Denim
Berbagai pilihan raw denim Indonesia dari brands lokal Indonesia.



Filter Pencarian

  • Harga
  • Lokasi
  • Gender
22 Barang yang ditemukan
Urutkan:
Japan Hand Dyed Selvedge 14oz Hand Dyed Selvedge
japan hand dyed selvedge

Rp 950.000,-

denim , denim jeans ,raw denim Calaveras - 12.5oz raw indigo denim
denim , denim jeans ,raw denim

Rp 429.000,-

Denim, Raw denim, Jeans HS 101 13.5Oz
denim, raw denim, jeans

Rp 380.000,-

12 Oz Selvedge Denim Yukon Town
12 oz selvedge denim

Rp 720.000,-

denim , denim jeans ,raw denim Quatorze - 14oz deep indigo denim
denim , denim jeans ,raw denim

Rp 429.000,-

Denim, Raw denim, Jeans HS 101 13.5Oz
denim, raw denim, jeans

Rp 380.000,-

denim , denim jeans ,raw denim Calaveras - 12.5oz raw indigo denim
denim , denim jeans ,raw denim

Rp 429.000,-

Denim


Kultur raw denim Indonesia dan leather goods saling melengkapi, dengan komunitas dan penggemar cukup banyak. Ada banyak sejarah dibalik awal pembuatan denim dan celana jeans, yang pertama ditemukan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada tahun 1873. Celana jeans mendapatkan namanya dari kota Genoa yang berada di Itali, di mana cotton corduroy dibuat dan sering dipanggil sebagai jean atau jeane. Dulu Levi Strauss menjual bahan jean tersebut, dan bertemu dengan Jacob Davis, yang sedang mencari bahan untuk pelanggannya yang menginginkan celana yang dapat tahan lama, tidak gampang sobek, dan dapat digunakan untuk kerjaan keras. Jacob Davis membeli bahan jeans Levi Strauss dan menambahkan rivets padanya untuk membuat celana jeans.

Raw Denim Indonesia & Celana Jeans


Karakteristik yang membedakan raw denim jeans adalah kekuatan dan katahanannya. Dengan adanya rivets yang diletakkan pada bagian-bagian celana yang biasanya dapat gampang rusak atau sobek, celana jeans yang berkualitas dapat bertahan sangat lama dan digunakan untuk pekerjaan keras. Walaupun mayoritas dari pengguna celana jeans pria, sekarang denim juga banyak digunakan oleh wanita. Celana jeans awalnya diwarnai dengan pencelup indigo alami yang memberinya warna biru pekat, tapi cepat pudar. Tapi, kultur denim pun akhirnya mengapresiasi pudarnya warna indigo, karena hal tersebut dapat membentuk karakter unik pada celana raw denim mereka.