2016-09-29 02:39:36

Noira
mod

Blogging Ninja

Reputasi

42

Followers

17

Following

3

Natural Indigo Dye Terhadap Kerajinan & Kultur Tekstil Indonesia


Awal Mula Penemuan Tanaman Indigo Sebagai Pewarna Alami



Sejak tahun 2500 sebelum masehi, kebudayaan Hindu di India telah mengetahui dan memanfaatkan salah satu tumbuhan dari marga Indigofera sebagai pewarna tekstil. Indigofera menghasilkan warna biru yang pekat pada saat diaplikasikan kepada tekstil, dan sejak saat itulah pewarna alami Indigofera disebut sebagai pewarna indigo atau indigo dye.


Masuknya Natural Indigo Dye ke Dalam Bangsa Indonesia


Credits: njcharters.com


Walaupun tidak ada kepastian kapan tanaman Indigofera digunakan sebagai pewarna alami, namun dipercaya bahwa sejak zaman kerajaan-kerajaan Hindu, penggunaan tanaman Indigofera sebagai pewarna alami sudah dikenal oleh masyarakat Jawa dalam pembuatan kain batik. Pewarna tanaman Indigofera sendiri pertama kali dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai tom, sedangkan masyarakat Sunda menyebutnya tarum, sementara di Bali disebut taum.


Pemakaian Pewarna Alami Indigo Dalam Kerajinan Tekstil Indonesia


Paisley Natural Indigo Bandana by Binzu

Natural indigo dye di Indonesia pertama digunakan oleh masyarakat jawa untuk mewarnai kain batik. Namun seiring perkembangan zaman, penggunaan pewarna alami Indigo itu sendiri pun juga berkembang untuk dipakai mewarnai berbagai jenis kain lainnya, yaitu:

• Kain tenun ulos dari Sumatera Utara
• Kain tapis dari masyarakat Lampung
• Kain cepuk dari Pulau Nusa Penida
• Kain songket dari masyarakat Minangkabau
• Kain poleng dari Bali.

Jadi tidak heran bila banyak ditemukan kerajinan-kerajinan Indonesia yang menggunakan pewarna alami indigo.


Penggunaan Pewarna Alamiah vs Pewarna Sintetis


Bulan Biru Natural Indigo Scarf by Kolosal Natural


Warna indigo alami cenderung lebih biru dan cerah dibanding pewarna sintetis, walaupun aplikasinya tidak selalu konsisten atau merata. Namun dari ketidaksempurnaan itulah terdapat nilai seni dan humanis dalam setiap karya yang diciptakan. Penggunaan pewarna alami juga bersifat ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis, sehingga terasa lebih nyamna ketika digunakan.

Dari sudut pandang ekonomi, banyak industri tekstil lebih memilih menggunakan pewarna sintetis karena lebih murah, praktis dan konsisten. Hal ini dikarenakan penggunaan pewarna alami lebih sulit diserap oleh bahan tekstil, dan memerlukan setidaknya pencelupan sebanyak 10-20 kali.


Walaupun mungkin produk pewarna sintetis murah dan ekonomis, terdapat nilai craftsmanship tinggi pada proses pencelupan dan pewarnaan dengan menggunakan natural indigo dye. Di MarketPlays kami selalu berusaha memperkenalkan nilai tersebut, dan berharap anda dapat mengapresiasinya.





Sources: Indigofera “Kini dan Nanti”; Indigofera: Pewarna Pewarna Alami Untuk Mengangkat Kualitas Batik; Kurangi Pencemaran, Hidupkan Kembali Pewarna Alami
Share di sosial media:
Rekomendasi Produk
Case iPhone Kayu Jati Hand-carved Wooden iPhone 6/6s Case
case iphone kayu jati

Rp 550.000,-

LEATHER SLING BAG PRINGGASELA IKAT LEATHER SLING BAG
leather sling bag

By: LUNAME
Rp 300.000,-

sepatu kulit wanita slop Beatrix Black Sepatu Kulit Wanita Slop
sepatu kulit wanita slop

Rp 399.000,-

Casual Shoes Deutro Sneaker Shoes (Grey)
casual shoes

By: Dalphen
Rp 890.000,-

Tulis Komentar